KabarMalaysia.Com
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 25, 2025
  • Login
  • Home
  • Global
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Komunitas
Subscribe
KabarMalaysia.Com
No Result
View All Result

Liburan di Thailand Hasilkan Rp757 Triliun, Wisatawan Cina Mendominasi

Writer : Redaksi | Editor : Sarina

3 Januari 2025
in Pariwisata
A A
ilustrasi wisatawan. (int)

ilustrasi wisatawan. (int)

KABARMALAYSIA.COM – Sepanjang tahun 2024, Thailand mencatat kedatangan lebih dari 35,32 juta wisatawan asing, yang membawa pendapatan senilai 1,6 triliun baht atau sekitar Rp757 triliun. Angka ini menunjukkan pemulihan sektor pariwisata negara tersebut setelah mengalami tantangan besar akibat pandemi COVID-19 beberapa tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Sorawong Thienthong, dalam pernyataannya pada Rabu, 1 Januari 2025, mengungkapkan bahwa wisatawan dari berbagai negara berkontribusi besar terhadap pencapaian ini. “Wisatawan terbanyak berasal dari Cina dengan 6,70 juta kedatangan, diikuti Malaysia dengan 4,93 juta, India 2,12 juta, Korea Selatan 1,86 juta, dan Rusia 1,72 juta,” ujar Sorawong, sebagaimana dilaporkan oleh Bangkok Post.

Selain wisatawan asing, sektor pariwisata domestik Thailand juga mencatat pencapaian yang signifikan. Sepanjang periode yang sama, penduduk lokal melakukan 197,53 juta perjalanan domestik dengan pengeluaran mencapai 952,77 miliar baht atau sekitar Rp450,7 triliun. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Thailand tetap mendukung sektor pariwisata lokal di tengah peningkatan kunjungan wisatawan asing.

Jangan Lewatkan

No Content Available

Tingkat kedatangan wisatawan asing tertinggi tercatat pada minggu terakhir tahun 2024, dengan 943.269 wisatawan memasuki Thailand. “Ini merupakan tingkat mingguan tertinggi sejak tahun 2020,” ungkap Sorawong dalam laporannya kepada Thaiger. Lonjakan kedatangan ini dipicu oleh minat wisatawan untuk merayakan pergantian tahun di Thailand, yang terkenal dengan berbagai atraksi budaya dan pesta perayaan.

Dalam periode dua minggu terakhir Desember, kedatangan wisatawan dari Malaysia mencapai angka tertinggi dengan sekitar 100.000 kedatangan mingguan. Sementara itu, wisatawan dari Rusia, Malaysia, dan India mencatat peningkatan masing-masing sebesar 17,01 persen, 7,86 persen, dan 5,14 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Di sisi lain, kedatangan dari Cina dan Korea Selatan mengalami sedikit penurunan, masing-masing sebesar 7,86 persen dan 6,51 persen.

Sorawong menyebutkan bahwa peningkatan kedatangan wisatawan mencakup berbagai segmen pasar, baik jarak pendek maupun jauh. Hal ini mencerminkan keberhasilan Thailand dalam menarik wisatawan dari berbagai wilayah melalui promosi pariwisata yang strategis.

Meski angka kedatangan wisatawan menunjukkan tren positif, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), Thapanee Kiatphaibool, mengakui bahwa pendapatan total sektor pariwisata belum mencapai target yang ditetapkan. Target pendapatan sebesar 3 triliun baht atau sekitar Rp1.419 triliun meleset akibat beberapa faktor eksternal. “Perlambatan ekonomi global, konflik Timur Tengah, dan pengumpulan data yang tidak lengkap tentang pengeluaran daring wisatawan menjadi kendala utama,” ujar Thapanee.

Dari total target tersebut, TAT menargetkan pendapatan sebesar 2 triliun baht dari wisatawan internasional dan 930 miliar baht dari wisatawan domestik. Meski demikian, Thapanee mencatat bahwa jumlah wisatawan, baik internasional maupun domestik, telah memenuhi target tertinggi yang ditetapkan.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Thailand menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2023, sektor ini menyumbang total 2,6 triliun baht atau sekitar Rp1.230 triliun, yang berarti ada kenaikan sebesar 25 persen pada tahun 2024.

Keberhasilan Thailand dalam menarik wisatawan tidak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan oleh pemerintah dan pelaku industri pariwisata. Promosi yang intensif di pasar internasional, pelonggaran kebijakan visa, serta pengembangan infrastruktur pariwisata menjadi beberapa faktor utama. Selain itu, berbagai atraksi budaya, kuliner, dan keindahan alam Thailand tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Namun, tantangan global seperti perlambatan ekonomi dan konflik geopolitik memengaruhi daya beli wisatawan. Beberapa analis juga menyoroti perlunya Thailand untuk memperluas pasar wisatawan dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Cina dan Rusia. Diversifikasi ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata dalam jangka panjang.

Thailand telah menunjukkan kemampuannya dalam memulihkan sektor pariwisata pasca-pandemi. Dengan kedatangan 35,32 juta wisatawan asing dan kontribusi ekonomi yang signifikan, tahun 2024 menjadi tonggak penting bagi pariwisata Thailand. Meski pendapatan belum mencapai target, pencapaian ini tetap layak diapresiasi sebagai langkah maju yang penting.

Ke depan, pemerintah Thailand perlu terus beradaptasi dengan dinamika global dan berinovasi dalam strategi pariwisata. Dengan demikian, sektor ini dapat menjadi motor penggerak utama ekonomi Thailand, yang tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperkuat citra negara sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Tags: Hasilkan Rp757 TriliunLiburan di ThailandWisatawan Cina Mendominasi
Share61Tweet38SendShareShare
Previous Post

Pilihan Destinasi Wisata di Malaysia untuk Libur Sekolah Awal Tahun 2025

Next Post

Optimisme Pariwisata 2025: Target 16 Juta Wisman Siap Tercapai

Related Posts

No Content Available
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DOC: KAMIL KRZACZYNSKI dan Mandel NGAN/AFP

Donald Trump Menang Pilpres AS 2024, Kamala Harris Gagal Jadi Presiden Perempuan Pertama AS

6 November 2024
Foto: ANTARA/Aswaddy Hamid

Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia, Kondisi Kesehatan Memprihatinkan

23 Oktober 2024
Int

Update Hasil Pilpres Amerika 2024: Donald Trump VS Kamala Harris

6 November 2024
Ilustrasi kerjasama Malaysia dan Singapura

Malaysia dan Singapura Teken Kesepakatan Bangun KEK di Johor

13 Januari 2024
Ilustrasi COVID-19

Kasus COVID-19 Malaysia Meningkat Hingga 75 Persen

Kuala Lumpur masa lalu (Istimewa)

Potret Kuala Lumpur Masa Lalu Pusat Pemerintahan Malaysia

Gunung Kinabalu Malaysia (Istimewa)

49 Pendaki di Gunung Kinabalu Malaysia Dievakuasi

Malaysia Negara Nomor 1 Penyumbang Wisman di Indonesia

Malaysia Negara Nomor 1 Penyumbang Wisman di Indonesia

(int)

Ibu dan Anak Perempuannya Ditemukan Meninggal dalam Kereta BMW di Johor Bahru

24 Januari 2025
Kompleks Mahkama Kuala Lumpur. (int)

Kerajaan Kemukakan Rayuan Terhadap Keputusan Pelarasan Pencen Pesara

24 Januari 2025
Projek pembangunan Ipoh Sentral. (int)

Enam Bulan Lagi Projek Pembangunan Ipoh Sentral akan Dimulai

23 Januari 2025
(int)

Gula-Gula Apple S Mengandung Sibutramine, KKM Larang Penjualan

23 Januari 2025

Profil KabarMalaysia

  • Tentang Kami
  • pemberitaan, media siber
  • privacy poilcy, kebijakan privasi
  • Hubungi Kami

Rubrik Dan Saluran

  • Global
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan

Ikuti Kami di

Facebook Twitter Instagram Youtube

Hubungi Kami

Menara Caraka (Ex. CoHive 101) Mega Kuningan. Lantai 6

Kawasan Mega Kuningan, Jl. Mega Kuningan Barat Blok E No.4.7, RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

© 2023 KabarMalaysia.com - Managed By PT. Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Global
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Komunitas

© 2023 KabarMalaysia.com - Managed By PT. Kabar Grup Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In